Cara Menggunakan Crossover Garis MACD dan Histogram Momentum
Konsep:
Ini adalah dasar dari trading MACD — ketika garis MACD melintasi garis Sinyal, hal ini menunjukkan perubahan momentum.
Sinyal Bullish: Garis MACD melintasi di atas garis sinyal → potensi tren naik.
Sinyal Bearish: Garis MACD melintasi di bawah garis sinyal → potensi tren turun.
Cara Menggunakannya Secara Profitabel:
Konfirmasikan dengan arah tren pada jangka waktu yang lebih tinggi.
Contoh: Pada grafik harian, tren bullish → ambil hanya crossover beli pada grafik 1 jam.
Kombinasikan dengan filter tren support/resistance atau EMA (misalnya, EMA 50).
Tetapkan stop-loss tepat di atas swing low/high terakhir.
Keluar ketika crossover yang berlawanan terjadi atau ketika histogram MACD mulai melemah.
Potensi Keuntungan:
Sederhana namun ampuh untuk swing trading atau position trading. Paling efektif di pasar yang sedang tren.
Strategi Momentum Histogram MACD
Konsep:
Histogram menunjukkan perbedaan antara garis MACD dan garis Sinyal. Batang yang mengembang = momentum meningkat; batang yang mengecil = momentum menurun.
Cara Menggunakannya Secara Profitabel:
Cari batang histogram yang bergerak dari negatif ke positif → momentum bullish awal.
Cari batang histogram yang menyusut setelah ekspansi panjang → kehilangan momentum = peringatan dini pembalikan.
Masuk perdagangan sebelum persilangan ketika histogram mulai mengembang sesuai keinginan Anda.
Contoh:
Ketika histogram bergerak dari merah (di bawah nol) ke hijau (di atas nol), masukkan posisi beli.
Ketika histogram mencapai puncak dan mulai menyusut, bersiaplah untuk keluar atau mengencangkan stop loss.
Potensi Keuntungan:
Sangat baik untuk timing momentum — memberikan sinyal lebih awal daripada persilangan garis, terutama untuk trader jangka pendek atau scalper.